Tebal Selimut Beton Menurut SNI 2847:2019

selimut beton adalah

Selimut beton pada struktur beton bertulang adalah jarak antara permukaan terluar tulangan dengan permukaan terluar beton. Kata “selimut” mengacu pada ketebalannya. Tebalnya bervariasi tergantung kebutuhan dan kondisi elemen strukturnya. Biasanya, supaya tebal selimut beton sesuai dengan yang direncanakan, pada saat pengecoran dipasangkan decking beton atau tahu beton di sela-sela bekisting dan bagian terluar tulangan.

Selimut beton memiliki peran yang cukup penting untuk diperhatikan oleh pelaku konstruksi. Kenapa demikian? jika dikaitkan dengan daya tahan struktur beton atau keawetannya, selimut beton menentukan keamanan dari tulangan baja pada struktur beton. Bahkan, pada SNI 2847:2019 menjelaskan syarat-syarat selimut beton secara rinci, ketebalan minimal ditentukan dari kondisi, diameter tulangan, serta komponen strukturnya yang dikategorikan.

Mengapa demikian? Simak artikel kami berikut ini!

Pengertian Selimut Beton

Menurut SNI 2019, selimut beton adalah sebagai berikut :

R20.6.1.1 – Selimut beton yang merupakan pelindung tulangan terhadap cuaca atau efek lainnya diukur dari permukaan paling luar tulangan, sesuai dengan persyaratan selimut beton yang berlaku. Dengan selimut beton untuk kelas komponen struktural diukur dari sisi terluar tulangan sengkang, ikat dan spiral jika tulangan transveral melingkupi tulangan utama; dari lapisan terluar dari tulangan jika terdapat lebih dari satu lapis tulangan yang digunakan tanpa tulangan sengkang atau ikat; dari logam pengikat ujung atau selongsong tendon pascatarik; atau dari bagian terluar dari kepala pada batang tulangan berkepala.

Fungsi Selimut Beton

Semua bagian dari struktur memiliki fungsi masing-masing, termasuk halnya selimut beton. Peran utama dari selimut beton adalah melindungi tulangan baja dari pengaruh lingkungan eksternal, seperti berikut ini:

Pelindung terhadap Korosi

Selimut beton yang layak dapat melindungi tulangan baja dari korosi yang disebabkan dari pengaruh lingkungan. Jika tulangan baja tidak terlindung dengan baik oleh selimut beton, maka tulangan tersebut akan mulai menimbulkan korosi akibat oksidasi pada tulangan baja.

Ketika terjadinya korosi pada tulangan baja, selanjutnya tulangan akan berkarat dan volume tulangan akan mengembang. Akibatnya, terjadi keretakkan, spalling (bagian permukaan beton yang terlepas, berbentuk kepingan/bongkahan kecil) dan delaminasi beton.

Dari penelitian yang berjudul Pengaruh Variasi Selimut Beton Terhadap Kapasitas Balok Persegi Dalam Menahan Kecepatan Korosi oleh Herry Henry Roberth, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tebal selimut beton maka semakin lambat laju korosi terhadap tulangan.

Maka penting untuk pelaksana untuk memperhatikan spesifikasi teknis dalam menentukan tebal selimut beton di lapangan.

Pelindung terhadap Kebakaran

Jika terjadinya kebakaran pada konstruksi, maka akan dimulai dari bagian beton paling luar. Tingkat kerusakan mulai dari plesteran lalu ke selimut beton. Kerusakan dari kebakaran bergantung pada suhu dan lamanya durasi kebakaran.

Jika suhu yang sangat tinggi terjadi, maka selimut beton akan terkelupas dari tulangan baja. Baja memiliki sifat mekanik, yang artinya kuat terhadap beban, namun pada suhu yang tinggi daya dukung dari tulangan baja akan menurun. Kesimpulannya, tebalnya selimut beton terhadap kebakaran sangat penting karena melindungi baja dari api.

Tebal Selimut Beton untuk Bangunan Gedung Menurut SNI 2847:2019

Persyaratan selimut beton pada SNI 2019 dijelaskan pada pasal 20.6.1 yang menjelaskan syarat selimut beton terhadap tulangan baja. Tidak termasuk untuk material lain yang tertanam, misalkan seperti pipa, saluran air dan fitting. Untuk material yang tertanam seperti pipa dengan dudukan fitting, ketebalan minimum adalah 40 mm untuk yang terpapar cuaca dan minimal 20 mm untuk yang tidak terpapar cuaca, syarat tersebut dijelaskan pada pasal 20.7.5.

Pada pasal 4.11.2, SNI menjelaskan jika ada syarat tebal selimut beton untuk kuat terhadap kebakaran yang lebih besar daripada tabel berikut. Maka yang digunakan adalah selimut beton dengan ketebalan yang lebih besar. Namun, jika sebaliknya atau sama, persyaratan berikut bisa digunakan. SNI juga menganjurkan ACI 216.1 untuk panduan tentang perlindungan terhadap kebakaran terhadap beton struktural.

Berikut ini adalah tabel ketebalan selimut, sesuai dari jenis beton dan metode pengecorannya.

Tabel Ketebalan selimut beton untuk komponen struktur beton nonprategang yang dicor di tempat

Berikut ini adalah syarat dari SNI struktur beton bangunan gedung untuk komponen struktur beton non-prategang yang pelaksanaan pengecorannya dilakukan di lapangan.

Paparan Komponen struktur Tulangan Ketebalan Selimut, mm
Dicor dan secara permanen kontak dengan tanah Semua Semua 75
Terpapar cuaca atau kontak dengan tanah Semua Batang D19 hingga D57 50
Batang D16, Kawat Ø13 atau D13 dan yang lebih kecil 40
Tidak terpapar cuaca atau kontak dengan tanah Pelat, pelat berusuk dan dinding Batang D43 dan D57 40
Batang D36 dan yang lebih kecil 20
Balok, kolom, pedestal dan batang tarik Tulangan utama, sengkang, sengkang ikat, spiral dan sengkang pengekang 40

Tabel Ketebalan selimut beton untuk komponen struktur beton prategang yang dicor di tempat

Berikut ini adalah syarat dari SNI struktur beton bangunan gedung untuk komponen beton prategang struktur yang pelaksanaan pengecorannya dilakukan di lapangan.

Paparan Komponen struktur Tulangan Ketebalan Selimut, mm
Terpapar cuaca atau kontak dengan tanah Dinding Batang D43 dan D57; tendon dengan diameter lebih besar dari 40 mm 40
Batang D36 dan yang lebih kecil; Kawat Ø13 dan D13 dan yang lebih kecil; tendon dan strand diameter 40 mm dan yang lebih kecil 20
Lainnya Batang D43 dan D57; tendon lebih besar dari diameter 40 50
Batang D19 hingga D36; tendon dan strand lebih besar dari diameter 16 mm sampai dengan diameter 40 mm 40
Batang D16, kawat Ø13 atau D13 dan yang lebih kecil; tendon dan strand dengan diameter 16 mm atau yang lebih kecil 30
Tidak terpapar cuaca atau kontak dengan tanah Pelat, pelat berusuk dan dinding Batang D43 dan D57; tendon dengan diameter lebih besar dari 40 mm 30
Tendon dan strand dengan diameter 40 mm dan yang lebih kecil 20
Batang D36, kawat Ø13 atau D13 dan yang lebih kecil 16
Balok, kolom, pedestal dan batang tarik Tulangan utama Lebih besar dari db dan 16 dan tidak boleh melebihi 40
Sengkang, sengkang ikat, spiral dan sengkang pengekang 10

Tebal Selimut Beton untuk Rumah Tinggal Menurut SNI 8140:2016

Untuk rumah tinggal SNI ada mengeluarkan standar khusus yang diadopsi dari standar bangunan gedung. Untuk banganan yang memiliki 3 lantai atau lebih disarankan untuk mengunakan standar bangunan gedung.

Selimut beton untuk rumah tinggal pada SNI 8140:2016 ada di pasal 5.3 dan pasal 10.6.1 untuk slab/pelat di atas tanah (tidak termasuk pondasi tapak dengan slab yang dipertebal). 

Berikut selimut beton menurut SNI.

  • Beton yang dicetak di atas tanah: 75 mm.
  • Beton yang terekspos tanah atau cuaca:
    • Batang tulangan No. 16, kawat W31 atau D31 dan yang lebih kecil: 40 mm; dan
    • No. 19 dan yang lebih besar: 50 mm.
  • Beton yang tidak terekspos tanah atau cuaca: 20 mm.

Sedangkan untuk slab/pelat di atas tanah diatur pada pasal 10.6.1,

  • Kondisi interior : 20 mm
  • Kondisi eksterior : 40 mm

Referensi : SNI 2847:2019 dan SNI 8140:2016

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *