Desain Rumah 2 Lantai ini sangat cocok dibangun pada lahan yang sempit dengan kebutuhan ruang yang banyak. Seperti yang kita ketahui secara umum, rumah bertingkat adalah solusi pada lahan yang sempit
Semakin bertambahnya tahun, harga tanah dan properti juga semakin ikut naik seiring dengan berjalannya waktu. Hal itu menimbulkan masalah, masalah membeli adalah salah satunya. Karena adanya masalah tersebut, adanya kavling-kavling yang diperjualkan dengan luas lahan yang tergolong sempit supaya orang yang memerlukan dapat membeli tanah tersebut.
Rumah dengan lantai bertingkat dengan adanya split level atau ruang-ruang setengah. Dilihat dari denah dan potongan pada gambar ini, ada banyak ruangan yang dapat dimanfaatkan. Contohnya, adanya mezzanine pada gambar rumah 2 lantai ini. Apa itu mezzanine? mezzanine adalah suatu ruang yang letaknya terdapat di antara lantai dan plafond atau antara lantai dasar dan lantai yang berada di atasnya seperti pada rumah bertingkat di lahan sempit ini.
Penambahan tempat di antara kedua lantai tersebut tujuannya adalah supaya ada ruangan baru tanpa menambah jumlah lantai dari bangunan. Pada rumah ini, mezzanine dimanfaatkan untuk ruang belajar, ruang duduk untuk tempat bersantai dan juga dilengkapi dengan toilet.
Tidak hanya itu, atap rumah ini menggunakan dak beton yang dimanfaatkan untuk tempat gudang dan masih menyisakan masih banyak spasi pada dak, tentunya bisa digunakan untuk tempat menjemur pakaian atau bisa juga mengaplikasikan roof garden, sesuaikan dengan selera kamu.
Desain rumah 2 lantai di lahan sempit ini cocok buat kamu yang mau membangun rumah pada lahan yang terbatas. Ataupun, kamu yang sedang mengerjakan project desain rumah pada lahan yang sama seperti pada desain rumah ini, desain ini bisa kamu jadikan sebagai referensi.
Download Gambar Rumah Tinggal Ukuran 7×20
Gambar desain rumah tinggal ukuran 7 x 20m ini berformat .dwg yang dimana bisa dibuka dengan AutoCAD 2010 dan versi diatasnya. Seperti yang dijelaskan di atas, desain rumah ini cocok untuk rumah yang mau dibangun di atas lahan yang sempit tapi membutuhkan banyak ruang. Walaupun sempit, namun ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan dengan perencanaan yang sedemikian rupa.
Gambar ini juga bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk menggambar atau desain. Apalagi bagi kamu yang sedang kuliah ataupun yang sudah kerja di bidang teknik sipil atau arsitektur. Dengan demikian, kamu yang sedang ada tugas atau sedang ada project yang dikerjakan, kamu bisa menggunakan file yang diunduh dari sini secara gratis.
Pada gambar ini belum lengkap dengan gambar detail, hanya terdapat denah, tampak dan potongan. Untuk pendetailannya bisa kamu tambahkan sendiri sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Format file yang diupload berekstensi rar dimana didalamnya terdapat gambar AutoCAD yang tentunya format dwg yang tentunya diextract terlebih dahulu file yang sudah didownload dengan aplikasi WinRAR.
List Gambar Pada File
- Denah Lantai Dasar, Denah Lantai Mezzanine, Denah Lantai Atas
- Tampak Depan dan Tampak Samping
- Potongan A-A dan Potongan B-B
- Rencana Pagar dan Potongannya
- Detail Sumur Resapan
Yuk, gapake lama, kamu bisa download secara gratis desain rumah 2 lantai minimalis ukuran 7x 20 dengan format dwg di link dibawah ini:
Pilih salah satu link ya!
file dwg rumah 2 lantai 7×20
Ringkasan Desain Rumah 2 Lantai 7×20 Meter DWG
Lahan sempit memanjang 7 × 20 meter memerlukan pengendalian koridor, pencahayaan bagian tengah, zonasi, tangga, struktur, dan area terbuka. Keputusan yang baik harus berdasarkan kebutuhan, data yang dapat diperiksa, kondisi lapangan, spesifikasi, biaya, risiko, dan kemampuan pelaksanaan. Tampilan atau angka awal tidak cukup jika asumsi, satuan, sumber, serta batas penggunaannya tidak dijelaskan.
Panduan ini memperluas pembahasan lama dengan alur kerja, contoh pertimbangan, checklist, kesalahan umum, pengendalian mutu, dan FAQ. Gunakan sebagai materi edukasi dan tahap awal perencanaan. Untuk pekerjaan yang memengaruhi struktur, keselamatan, legalitas, utilitas, atau biaya besar, hasil akhir harus diperiksa tenaga profesional yang kompeten.
Aspek Penting yang Harus Dipahami
- Pastikan akses depan serta kebutuhan parkir.
- Hindari koridor panjang yang boros area.
- Gunakan taman dalam atau void bila dibutuhkan.
- Tumpuk area basah dan grid struktur.
- Pisahkan area tamu, keluarga, servis, dan privat.
Setiap aspek berkaitan dengan aspek lainnya. Mengubah ukuran, material, metode, lokasi, atau urutan kerja dapat memengaruhi mutu, biaya, waktu, keselamatan, dan perawatan. Karena itu, bandingkan alternatif dengan kriteria yang sama. Catat alasan pemilihan dan jangan menghapus opsi lain sebelum konsekuensinya dipahami.
Data yang Perlu Dikumpulkan
Mulailah dari data primer: ukuran aktual, kondisi permukaan atau tanah, fungsi ruang atau elemen, jumlah pengguna, beban, paparan cuaca, akses, elevasi, serta kondisi bangunan sekitar. Lengkapi dengan gambar, foto, spesifikasi produk, harga lokal, jadwal, ketersediaan tenaga dan alat, serta aturan yang relevan. Pisahkan data terukur, informasi dari pihak lain, dan asumsi sementara.
Periksa satuan dan tanggal setiap data. Harga, versi perangkat lunak, katalog produk, dan ketentuan dapat berubah. Untuk angka teknis, tuliskan sumber, metode pengukuran, tingkat ketelitian, dan rentang validitasnya. Jika data penting belum tersedia, tampilkan sebagai risiko atau pekerjaan lanjutan; jangan menggantinya dengan angka yang terlihat meyakinkan tetapi tidak memiliki dasar.
Langkah Kerja yang Sistematis
- Tetapkan tujuan. Jelaskan hasil yang dibutuhkan, pengguna, batas pekerjaan, target mutu, anggaran, dan waktu.
- Verifikasi kondisi. Lakukan survei, pengukuran, pemeriksaan dokumen, dan identifikasi keterbatasan lokasi.
- Susun alternatif. Buat sedikitnya dua pilihan yang layak dengan spesifikasi dan ruang lingkup yang dapat dibandingkan.
- Hitung konsekuensi. Tinjau kebutuhan material, tenaga, alat, biaya, durasi, risiko, limbah, dan perawatan.
- Koordinasikan. Pastikan arsitektur, struktur, utilitas, metode kerja, dan urutan pelaksanaan tidak saling bertentangan.
- Validasi. Gunakan perhitungan, mock-up, sampel, uji, atau pemeriksaan pihak kompeten sesuai tingkat risikonya.
- Dokumentasikan. Simpan keputusan, revisi, persetujuan, hasil inspeksi, dan kondisi terpasang agar dapat ditelusuri.
Contoh Penerapan
Pada tapak memanjang, dua atau tiga zona massa yang dipisahkan bukaan dapat lebih sehat daripada satu bangunan penuh. Periksa apakah taman dalam benar-benar mendapat cahaya dan memiliki drainase. Contoh tersebut menunjukkan bahwa jawaban bukan sekadar memilih produk atau memasukkan angka. Pengguna perlu memastikan inputnya benar, memahami keluaran, dan menilai apakah hasilnya sesuai kondisi nyata.
Jika satu variabel belum diketahui, buat beberapa skenario wajar dan tampilkan dampaknya. Misalnya, bandingkan mutu material, ukuran, harga, durasi, atau metode pemasangan. Analisis sensitivitas sederhana membantu mengetahui variabel mana yang paling memengaruhi keputusan dan data mana yang harus dipastikan terlebih dahulu.
Cara Menyusun Estimasi Biaya
Susun biaya dari volume yang dapat diukur dan harga satuan yang sesuai lokasi serta waktu. Pisahkan material, upah, alat, transportasi, persiapan, pengujian, perlindungan area, pembersihan, pajak, dan cadangan risiko. Untuk desain atau renovasi, masukkan pula biaya survei, pembongkaran, pembuangan, perbaikan bagian terkait, dan pekerjaan sementara.
Ketika membandingkan penawaran, samakan merek atau kelas mutu, ukuran, jumlah, metode, jadwal, garansi, serta komponen yang termasuk dan dikecualikan. Harga paket termurah dapat menjadi lebih mahal jika volume tidak jelas atau pekerjaan penting belum dihitung. Simpan catatan perubahan agar selisih biaya dapat dijelaskan.
Checklist Sebelum Pelaksanaan
- Ukuran batas lahan terverifikasi.
- Ruang tengah mendapat cahaya dan udara.
- Tangga memenuhi dimensi aman.
- Saluran air memiliki jalur jelas.
- Privasi terhadap tetangga dijaga.
Checklist bukan pengganti desain dan inspeksi, tetapi alat untuk mencegah informasi penting terlewat. Tetapkan siapa yang memeriksa setiap poin, kapan pemeriksaan dilakukan, bukti apa yang harus disimpan, dan tindakan apa yang diperlukan bila hasil tidak sesuai.
Pengendalian Mutu di Lapangan
Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan gambar, spesifikasi, material, tenaga, alat, metode, dan area kerja telah siap. Buat contoh atau mock-up jika hasil visual dan detail pemasangan sulit dijelaskan. Periksa material saat datang: jenis, ukuran, kondisi, jumlah, nomor batch, sertifikat, serta cara penyimpanannya.
Lakukan inspeksi pada titik yang tidak dapat diperbaiki dengan mudah setelah tertutup. Ukur dimensi, posisi, elevasi, kelurusan, sambungan, kebersihan, kadar air, pemadatan, pengikat, atau parameter lain yang relevan. Foto saja tidak cukup; sertakan lokasi, tanggal, hasil ukur, penerimaan, dan tindakan koreksi.
Jika terdapat ketidaksesuaian, hentikan bagian pekerjaan terkait bila melanjutkannya dapat memperbesar kerusakan. Identifikasi penyebab, nilai dampak, tentukan perbaikan tertulis, lalu periksa ulang. Hindari menyembunyikan cacat dengan finishing sebelum fungsi dan keselamatannya dipastikan.
Operasional dan Perawatan
Nilai rancangan atau produk berdasarkan biaya siklus hidup, bukan hanya biaya awal. Periksa kemudahan pembersihan, akses inspeksi, ketersediaan suku cadang atau material pengganti, kebutuhan pelapisan ulang, konsumsi energi dan air, serta dampak ketika komponen rusak. Detail yang sederhana dan mudah dijangkau biasanya lebih mudah dipelihara.
Pada serah terima, mintalah data produk, manual, garansi, hasil pengujian, catatan perubahan, dan gambar sesuai kondisi terpasang. Susun jadwal perawatan berdasarkan tingkat risiko, intensitas penggunaan, paparan cuaca, serta petunjuk produsen. Gejala kecil seperti retak, lembap, karat, kelonggaran, perubahan suara, atau penurunan fungsi sebaiknya dicatat dan ditangani sebelum berkembang.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Membuat seluruh massa terlalu dalam.
- Mengandalkan cahaya dari fasad depan.
- Menyebar kamar mandi tanpa shaft.
- Mengubah kolom demi layout.
- Tidak menyediakan halaman servis.
Kebanyakan kesalahan bukan disebabkan satu keputusan, melainkan data tidak lengkap, komunikasi lemah, dan revisi yang tidak terkendali. Gunakan satu sumber dokumen yang berlaku, beri nomor revisi, dan pastikan keputusan teknis tidak hanya disampaikan secara lisan.
Cara Menjaga Kualitas Informasi
Utamakan sumber resmi, standar, buku teknis, panduan produsen, atau publikasi lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan. Bedakan persyaratan wajib, praktik yang disarankan, dan preferensi desain. Hindari klaim mutlak seperti “pasti aman”, “dijamin anti bocor”, atau “selalu paling murah” tanpa kondisi serta bukti yang jelas.
Untuk konten internet, cek tanggal pembaruan, identitas penulis atau penerbit, konsistensi satuan, serta kesesuaian dengan Indonesia. Gambar dan tabel harus memiliki konteks dan hak penggunaan. Tautan internal sebaiknya membantu pembaca memahami konsep terkait, bukan dimasukkan hanya untuk mengejar SEO.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah contoh dan angka dalam artikel dapat langsung digunakan?
Gunakan sebagai ilustrasi awal. Verifikasi kembali ukuran, satuan, harga, mutu, kondisi lapangan, serta standar yang berlaku. Keputusan akhir harus mengikuti data proyek dan pemeriksaan tenaga kompeten.
Bagaimana jika data lapangan berbeda dari gambar?
Jangan memaksakan gambar. Catat perbedaannya, hentikan bagian yang terdampak, lalu koordinasikan revisi. Perubahan harus diperiksa pengaruhnya terhadap struktur, utilitas, biaya, waktu, fungsi, dan pekerjaan lain.
Apakah artikel panjang otomatis lebih baik untuk SEO?
Tidak. Konten harus orisinal, akurat, fokus pada kebutuhan pembaca, mudah dinavigasi, dan tidak berulang. Panjang membantu hanya bila setiap bagian menambah pemahaman. Pengalaman seluler, kecepatan, gambar yang relevan, sumber, dan kejelasan identitas situs juga penting.
Kapan harus memanggil tenaga profesional?
Libatkan tenaga profesional ketika pekerjaan memengaruhi struktur, fondasi, bangunan bertingkat, kelistrikan, gas, kebakaran, kesehatan, lingkungan, perizinan, atau kerugian besar. Pemeriksaan awal umumnya lebih murah daripada perbaikan setelah kegagalan.
