Risk Breakdown Structure (RBS) Pada Proyek Konstruksi

Pengertian risk breackdown structure (rbs) beserta contoh

Risk Breakdown Structure atau disingkat RBS adalah bagan hierarki yang mem-breakdown atau merinci risiko proyek dimulai dengan mengategorikan risiko dari kategori tertinggi dan berlanjut ke sub-kategori risiko. Risk Breakdown Structure juga salah satu contoh penerapan manajemen risiko.

Umumnya, faktor risiko dalam suatu proyek dapat dikategorikan berdasarkan sumber dan pengaruhnya terhadap tujuan proyek. Proyek konstruksi merupakan industri yang berisiko dengan ketidakpastian karena banyak faktor eksternal dan internal yang memberi pengaruh terhadap proses konstruksi.

Risiko eksternal mengacu pada risiko yang terkait dengan faktor-faktor seperti kebijakan pemerintah, lingkungan, cuaca, dan yang berada di luar kendali langsung tim proyek.

Risiko internal mengacu pada risiko yang akan menghasilkan pengaruh langsung terhadap proyek. Tinjauan sistem klasifikasi dalam industri konstruksi mengungkapkan bahwa tidak ada bukti eksplisit yang menetapkan hubungan antara sumber utama dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadapnya.

Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Risk Breakdown Structure (RBS) untuk mengakomodasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi proyek konstruksi.

Mengategorikan Risiko

Untuk mem-breakdown atau merinci dari risiko, sebagai langkah awal yaitu mengategorikan risiko-risiko berdasarkan sumbernya. Tabel di bawah ini merangkum risiko-risiko dominan pada berbagai jenis proyek konstruksi dari beberapa literatur.

PenelitiRisiko Dominan terindentifikasi
Mustafa et al., 1991Inflasi, Ekonomi Negara, Kondisi dan peraturan perundang-undangan, tidak tersedianya dana, Kegagalan keuangan.
Prasanta kumar dey, 2002Perubahan ruang lingkup dan desain, Teknologi, Cuaca dan Kondisi iklim, Izin dan persetujuan undang-undang
Ghosh et al., 2004Perubahan ruang lingkup dan desain, Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara dan aturan dan regulasi, tidak tersedianya dana, Kegagalan keuangan, Keterlambatan Konstruksi
Laryea, 2007Perubahan ruang lingkup dan desain, Implementasi Teknologi, Kondisi lokasi dan Kondisi Geologi yang Tidak Diketahui, Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara dan Aturan dan Regulasi, Tidak Tersedianya Dana, Kegagalan Finansial, Kurangnya Ketersediaan Sumber Daya
Enhassi & Mosa, 2008Perubahan ruang lingkup dan desain, Implementasi Teknologi, Kondisi lokasi dan Kondisi Geologi yang Tidak Diketahui, Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara dan peraturan dan regulasi, tidak tersedianya dana, Kegagalan keuangan, Kondisi Cuaca dan Iklim, Prosedur Keselamatan yang Buruk, Keterlambatan Konstruksi.
Sun & Meng, 2009Kondisi lokasi dan Kondisi Geologi yang Tidak Diketahui, Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara dan peraturan perundang-undangan, tidak tersedianya dana, Kegagalan keuangan, Keterampilan manajerial yang tidak memadai, koordinasi yang tidak tepat antar tim, Kurangnya ketersediaan sumber daya
Wang et al., 2010Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara, Izin dan persetujuan undang-undang, keterlambatan konstruksi.
Eybpoosh, 2011Perubahan ruang lingkup dan desain, Implementasi Teknologi, Kondisi lokasi dan Kondisi Geologi yang Tidak Diketahui, Inflasi, Kondisi Ekonomi Negara dan Aturan dan Peraturan, Kurangnya ketersediaan sumber daya.
Rezakhani, 2012Perubahan ruang lingkup dan desain, Teknologi, tidak tersedianya dana, Keuangan, Kondisi cuaca dan iklim, Prosedur keselamatan yang buruk.
Goh et al., 2013Perubahan ruang lingkup dan desain, Implementasi Teknologi, Kondisi Situs dan Kondisi Geologi yang Tidak Diketahui, Keterampilan manajerial yang tidak memadai, koordinasi antar tim yang tidak tepat, Kurangnya ketersediaan sumber daya, Keterlambatan Konstruksi.
Sumber : Renuka et al. (2014) dalam Alhassan (2016)

Berdasarkanan tabel tersebut dapat dipahami bahwa faktor-faktor seperti Risiko Finansial dan Ekonomi, Risiko lingkungan, Risiko Regulasi dan Politis (Perijinan dan legalitas), Risiko Teknis dan  Proyek, Risiko Sumber Daya (Kurangnya ketersediaan sumber daya), Risiko Keselamatan dan Keamanan adalah faktor risiko penting dalam proyek konstruksi.

Contoh Risk Breakdown Structure (RBS)

Godfrey (1996) juga mengemukakan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi proyek dapat diklasifikasikan sebagai Politis, Lingkungan, Perencanaan, Pemasaran, Ekonomi, Keuangan/Finansial, Alami, Proyek, Teknis, Manusia, Kriminal dan Keselamatan. Oleh karena itu, klasifikasi ini akan diadopsi, dengan sedikit modifikasi, seperti yang diilustrasikan pada Gambar.

contoh kategori proyek di risk breakdown structure (rbs) pada proyek konstruksi

Risiko Eksternal

Regulasi dan PolitisEkonomi dan  FinansialLingkungan
Peraturan daerah, Izin, persetujuan, Keberatan PublikHarga, pajak, Kondisi pembiayaan, Nilai mata uangIklim, cuaca, Kondisi lapangan, Force Mejeure

Risiko Internal

Proyek dan TeknisSumber DayaKeamanan dan K3
Perubahan desain
Ketidaklengkapan spesifikasi
Kualitas pekerjaan
Komunikasi antar tim proyek
Produktivitas dan keterampilan tenaga kerja Akomodasi & penyimpanan material Kinerja peralatanLokasi kerja tidak aman,
Kurangnya kesadaran keselamatan, prosedur keselamatan Kriminalitas
Pengertian risk breackdown structure (rbs) beserta contoh
Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.