10 Jenis Genteng Rumah Beserta Spesifikasi dan Keunggulannya

Sisipil.com – Ada berbagai jenis genteng rumah yang tersedia di pasaran, masing-masing dengan karakteristik unik. Nah, material pembentuknya beragam, mulai dari tanah liat, beton, keramik, hingga metal, yang menentukan kualitas, tampilan, dan harga.

Pemilihan material atap dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti iklim, anggaran, dan desain bangunan yang diinginkan. Selain itu, pertimbangan yang cermat dapat memastikan bahwa genteng mampu memberikan perlindungan optimal dan meningkatkan nilai estetika rumah secara keseluruhan.

Jenis Genteng Rumah yang Paling Banyak Dipakai

Ada beragam material atap yang lazim digunakan untuk hunian, masing-masing menawarkan kelebihan tersendiri. Selanjutnya, pemilihannya sendiri biasanya didasarkan pada pertimbangan seperti bujet, iklim, dan juga selera pribadi pemilik rumah.

Berikut list jenis genteng atap rumahselengkapnya.

1. Genteng Tanah Liat

Genteng Tanah Liat

Terbuat dari material alami, genteng yang diproses melalui pembakaran pada suhu tinggi ini menjadi salah satu pilihan terpopuler. Material ini mampu bertahan dari berbagai perubahan cuaca, baik panas maupun dingin.

Berkat karakteristik alami bahannya, suhu ruangan pun lebih stabil, lebih sejuk di siang hari dan hangat di malam hari. Alhasil, hunian menjadi lebih nyaman dan hemat energi, karena meminimalkan kebutuhan pendingin atau penghangat ruangan.

2. Genteng Beton

Genteng Beton

Campuran semen, pasir, dan agregat yang dicetak dan dipadatkan menghasilkan material atap ini. Ketahanannya yang luar biasa, mencapai puluhan tahun, serta kemampuannya menahan berbagai kondisi cuaca, menjadikan atap ini pilihan yang solid.

Pilihan bentuk, warna, dan teksturnya sangat beragam, memudahkan penyesuaian dengan berbagai konsep arsitektur. Bobotnya memang cukup berat, konsekuensinya, struktur rangka atap harus dirancang lebih kokoh untuk menopangnya.

3. Genteng Keramik

Genteng Keramik

Terbuat dari tanah liat khusus, atap jenis ini dilapisi glazur dan dibakar pada temperatur sangat tinggi. Kilau yang dihasilkan dari proses tersebut bukan sekedar estetis, melainkan juga fungsional karena tahan air, noda, jamur, dan warna pudar.

Ketersediaan warna yang beragam berkat lapisan glazurnya, menambah nilai estetika pada tampilan luar bangunan. Dengan pemeliharaan yang tepat, jenis genteng rumah ini termasuk jenis bahan bangunan yang berumur panjang.

4. Genteng Metal

Genteng Metal

Lembaran logam seperti baja, aluminium, atau tembaga, yang dilapisi pelindung anti karat dan korosi, menjadi bahan dasar atap ini. Daya tahannya terhadap cuaca pun meningkat berkat lapisan pelindung tersebut.

5. Genteng Aspal

Genteng Aspal

Perpaduan antara aspal dan serat organik atau fiberglass membentuk material atap yang satu ini. Karakteristiknya yang lentur mempermudah pengaplikasian pada beragam bentuk atap, termasuk yang memiliki kemiringan ekstrem sekalipun.

Butiran batu yang melapisi permukaannya memberikan tekstur dan warna yang variatif. Selain itu, contoh genteng rumah ini berfungsi sebagai tameng, melindungi aspal dari sinar ultraviolet, sehingga memperpanjang umur dan ketahanannya terhadap cuaca.

6. Genteng Seng

Genteng Seng

Harganya yang terjangkau dan instalasinya yang mudah membuat atap dari lembaran logam ini kerap menjadi pilihan. Tipis dan ringan, material ini praktis, terutama untuk bangunan sementara atau dengan struktur sederhana.

Meskipun ekonomis, kemampuannya meredam panas dan suara terbilang rendah sehingga kurang ideal untuk hunian jangka panjang yang mengutamakan kenyamanan. Selain itu, jenis genteng rumah ini juga rentan berkarat, memerlukan perawatan ekstra atau pelapisan khusus.

7. Genteng Baja Ringan

Genteng Baja Ringan

Material atap ini terbuat dari baja yang dilapisi perpaduan seng dan aluminium, dikenal juga sebagai zincalume. Kombinasi lapisan tersebut menghasilkan proteksi maksimal terhadap karat dan korosi, menjadikannya pilihan yang awet.

8. Genteng Sirap Kayu Ulin

Genteng Sirap Kayu Ulin

Potongan kayu ulin, yang terkenal kuat dan tahan cuaca, menjadi bahan utama atap tradisional ini. Ketahanan alaminya terhadap rayap dan jamur menjadikannya material yang tepat untuk konstruksi, khususnya bagian atap.

Nuansa alami dan tradisional terpancar dari material ini, cocok untuk hunian berkonsep natural atau etnik. Harganya memang relatif lebih tinggi, namun sebanding dengan durabilitasnya yang dapat bertahan hingga puluhan tahun, menjadikannya investasi jangka panjang.

9. Genteng Kaca

Genteng Kaca

Didesain untuk hunian yang membutuhkan banyak cahaya alami, atap ini umumnya terbuat dari kaca tempered. Kekuatan dan ketahanan terhadap benturan menjadi keunggulan material ini dalam fungsinya sebagai atap pelindung.

Untuk menciptakan keseimbangan antara estetika dan fungsi, material ini sering dikombinasikan dengan jenis atap lain. Jenis genteng rumah ini ideal untuk area yang memerlukan penerangan alami ekstra, seperti taman indoor atau rumah kaca.

10. Genteng Asbes

Genteng Asbes

Campuran serat asbes dan semen membentuk material atap yang satu ini. Ketahanan terhadap api dan kemampuannya meredam panas menjadi keunggulan material asbes, membuatnya dulu populer sebagai pilihan atap dengan harga terjangkau.

Terlepas dari kelebihannya, material ini kini mulai ditinggalkan, bahkan dilarang di beberapa negara. Potensi bahayanya terhadap kesehatan menjadi pertimbangan utama, membuat material ini tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan.

Memilih jenis genteng rumah yang tepat merupakan keputusan krusial dalam membangun atau merenovasi hunian. Pertimbangkan faktor-faktor yang telah diuraikan sebelumnya agar mendapatkan atap yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.

Dengan memahami spesifikasi dan keunggulan setiap opsi, pemilik rumah dapat membuat keputusan yang tepat. Alhasil, atap yang terpilih mampu memberikan perlindungan maksimal, tahan lama, dan mendukung tampilan eksterior bangunan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *